Refleksi Buku: Between Life and Death oleh John Wyatt
- dr. Finish Fernando, Sp.OG
- Jan 21
- 4 min read

Buku Prof. John Wyatt ini pertama kali saya dapatkan ketika masih menjadi mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran. Pada waktu itu, saya dan seorang teman tertarik membahas etika Kristen dan berharap dapat membagikannya melalui Proyek Candle. Namun, karena kesibukan, proyek tersebut akhirnya berhenti. Buku ini pun tersimpan rapi di lemari sampai suatu hari saya kembali membacanya ketika mendapat kesempatan mengikuti pelatihan bioetika ICMDA secara daring, pada saat saya sudah menyelesaikan pendidikan spesialis dan kembali bekerja di rumah sakit yang mengutus saya.
Pelatihan bioetika ICMDA terdiri dari beberapa metode pembelajaran, antara lain diskusi melalui grup WhatsApp, pembelajaran melalui Slack berupa bahan PDF beserta terjemahannya, serta pemutaran video. Salah satu buku yang digunakan sebagai sumber pembelajaran adalah buku Prof. John Wyatt yang berjudul Between Life and Death. Ketika mengetahui bahwa buku ini digunakan dalam pelatihan tersebut, saya sangat bersyukur karena sudah memilikinya sebelumnya.
John Wyatt adalah profesor etika dan perinatologi di University College London serta spesialis dalam perawatan medis bayi baru lahir. Saya pribadi sangat mengagumi beliau. Melalui pelatihan bioetika ICMDA, saya tidak hanya membaca tulisan-tulisan beliau dalam buku ini, tetapi juga menyaksikan video pemaparannya, bahkan berkesempatan berinteraksi secara langsung melalui pertemuan Zoom.
Saya sangat menikmati tulisan Prof. John Wyatt dalam buku ini, terutama penjelasannya tentang etika di bidang medis dan bagaimana penerapannya dalam iman Kristen. Pemahaman tersebut seharusnya membuat dokter Kristen memiliki cara pandang yang berbeda dalam mengambil keputusan etis di bidang medis dibandingkan dokter yang belum mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Prof. John Wyatt selalu mengingatkan pembacanya untuk melihat berbagai persoalan etika dan dilema medis dalam metanarasi Allah, yaitu penciptaan manusia, kejatuhan manusia, penebusan dosa manusia, dan pengharapan akan masa depan. Dengan pemahaman ini, saya pribadi merasakan bahwa banyak hal yang sebelumnya sulit dijelaskan menjadi lebih mudah dipahami.
Buku Between Life and Death yang saya miliki adalah versi terjemahan bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogyakarta. Walaupun merupakan versi terjemahan, menurut saya bahasanya mudah dicerna dan dipahami. Buku ini terdiri dari 376 halaman. Meskipun cukup tebal, pembaca tidak akan merasa lelah ketika membacanya karena bahasanya mengalir dengan baik, kisah-kisah yang disajikan menggugah rasa ingin tahu, dan pembaca dapat langsung menuju topik dilema medis yang ingin dipelajari sesuai pembagian bab yang tersedia.
Buku ini diawali dengan kata pengantar dari John Stott. Menurut Stott, integritas pribadi John Wyatt bersinar melalui buku ini dari awal hingga akhir. Ia juga terkesan dengan kemampuan Prof. John Wyatt dalam memadukan tiga peran dalam dirinya. Pertama, sebagai ilmuwan yang terlatih dan cakap serta memiliki pengetahuan luas, termasuk di bidang teknologi reproduksi. Dengan demikian, tulisannya bukan sekadar teori, melainkan berakar pada pengalaman nyata dalam praktik sehari-hari. Kedua, ia adalah seorang Kristen yang berdiri teguh dalam tradisi Kristen historis. Ketiga, ia adalah pribadi yang peka, terutama dalam berinteraksi dengan pasien dan keluarga mereka.
John Stott juga sangat terkesan dengan analogi yang digunakan Prof. John Wyatt tentang Allah sebagai seniman dan manusia sebagai mahakarya yang menjadi cacat akibat dirusak oleh iblis. Dalam analogi tersebut, tugas para tenaga kesehatan adalah melindungi dan memulihkan mahakarya yang telah dipercayakan kepada kita, sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.
Buku Between Life and Death kemudian dilanjutkan dengan bagian pendahuluan yang menjelaskan latar belakang penulisan buku ini. Prof. John Wyatt mengingat kembali masa ketika ia masih menjadi mahasiswa pada tahun 1970-an. Pada masa itu, mata kuliah etika medis baru ia dapatkan pada tahun keenam. Ia diajarkan bahwa hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam praktik kedokteran dapat dikelompokkan dalam konsep 5A, yaitu Abortion (aborsi), Adultery (perzinahan), Alcoholism (alkoholisme), Association (dokter palsu), dan Advertising (periklanan). Selanjutnya, Prof. John Wyatt memaparkan tujuh kasus medis pendahuluan yang penting dan berpengaruh besar. Ketujuh kasus tersebut adalah:
Mary dan Jodie: kasus kembar siam
Dr. Anne Turner: kasus bunuh diri yang dibantu
Joanna Jepson: aborsi terlambat dan hukum
Berta: hak untuk menolak perawatan medis
Zain Hashmi: harapan agar saudara menjadi penyelamat
Diane Pretty: hak untuk mati
Tony Bland: kondisi vegetatif persisten
Setelah itu, Prof. John Wyatt membahas dua belas topik utama dalam bukunya, yaitu:
Apa yang Terjadi? Tema-tema dasar dalam perawatan medis dan masyarakat
Sudut Pandang Alkitab tentang Manusia
Teknologi Reproduksi dan Awal Kehidupan
Skrining Fetus dan Pencarian Bayi yang Sehat
Dunia Baru yang Berani: Bioteknologi dan Sel Induk
Aborsi dan Pembunuhan Bayi (Infanticide): Sudut Pandang Historis
Kapan Seseorang Menjadi Manusia? Sudut Pandang Kristen tentang Awal Kehidupan
Bayi yang Sekarat: Dilema Perawatan Neonatal
Kematian yang Baik? Eutanasia dan Bunuh Diri yang Dibantu
Jalan yang Lebih Baik untuk Mati
Tradisi Hipokratik dan Praktik Pengobatan Modern
Masa Depan Umat Manusia
Saya pribadi cukup sering kembali membaca bagian bab 3 hingga bab 7, yang berkaitan erat dengan pekerjaan saya sehari-hari sebagai dokter kandungan. Dalam praktik, saya sering berhadapan dengan permintaan pasien yang menimbulkan dilema medis, misalnya keinginan memiliki bayi dengan jenis kelamin tertentu atau permintaan untuk menggugurkan kandungan. Dalam situasi-situasi tersebut, tulisan Prof. John Wyatt tidak pernah gagal memberikan arah dan perspektif yang menolong.
Bagi pembaca yang bukan berasal dari latar belakang medis, buku ini tetap dapat dinikmati karena terdapat penjelasan daftar istilah di bagian belakang buku. Bagi pembaca yang ingin mempelajari lebih lanjut, Prof. John Wyatt juga menyertakan catatan berupa daftar pustaka pada setiap bab yang dapat ditelusuri untuk memperdalam pemahaman. Selain itu, terdapat pula indeks di bagian akhir buku yang memudahkan pembaca mencari topik atau kata kunci tertentu.
Sebagai kesimpulan, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh para praktisi medis, terlebih mereka yang bergerak di bidang kebidanan dan kandungan.
/kb








Comments