top of page
Subscribe
Instagram
Facebook
Donation

Eksposisi Pengkhotbah Bagian 2: Segala Sesuatu ada Masanya


Pengkhotbah 3:1-15 memulai dengan mengatakan “Untuk segala sesuatu ada masanya”, yang merupakan pernyataan yang menekankan bahwa segala sesuatu akan terjadi ketika tiba waktunya, tanpa dapat kita cegah. Pengkhotbah kemudian memberikan 14 pasang merisme dalam ayat 2-8. Merisme adalah gaya penulisan dengan memakai dua kata yang berlawanan untuk menekankan keseluruhan. Setiap merisme terdiri dari peristiwa yang positif (P) dan negatif (N), atau sebaliknya, negatif dan positif. Empat belas pasang merisme ini diberikan dalam struktur yang tertata rapi.

Ay. 2

P

N

Ay. 4

N

P

Ay. 6

P

N

Ay. 8

P

N


P

N


N

P


P

N


N

P

Ay. 3

N

P

Ay. 5

P

N

Ay. 7

N

P





N

P


P

N


N

P




Kita dapat melihat bahwa antara ayat 2-3, 4-5, 6-7, dan 8 ada struktur paralel yang terbalik (kiastik). Struktur ini dapat menolong kita untuk menafsirkan dengan lebih tepat.


Setiap ayat yang memberikan sepasang merisme menekankan hal yang sama. Ayat 2 berbicara tentang waktu untuk lahir dan meninggal, baik manusia maupun kerajaan (lih. Yer. 1:10). Ayat 3 berbicara tentang waktu membunuh dan menyembuhkan, baik manusia maupun kerajaan. Ayat 4 berbicara tentang waktu untuk menangis dan tertawa, sendiri maupun bersama-sama (meratap dan menari). Ayat 5 dapat ditafsirkan waktu untuk berperang (membuang batu) atau waktu ketika tidak berperang (mengumpulkan batu), tapi berarti tidak mengikuti struktur di atas, dan tidak sesuai dengan pasangannya. Tafsiran Ibrani kuno menafsirkannya sebagai waktu untuk melakukan hubungan suami istri (batu dimengerti sebagai sperma), dan waktu untuk tidak melakukan hubungan. Ini merupakan tafsiran yang lebih tepat, karena akan mengikuti struktur di atas (P-N), dan juga sesuai dengan pasangannya, ada waktu untuk memeluk dan menahan diri dari memeluk. Ayat 6 adalah waktu untuk mencari dan kehilangan, atau menyimpan dan membuang. Ayat 7 berbicara tentang waktu untuk berkabung (merobek) dan waktu untuk selesai berkabung. Waktu berkabung juga adalah waktu untuk berdiam diri (bdk. Ayb. 2:11-13). Ayat 8 adalah waktu untuk mengasihi dan membenci, dan dalam konteks kerajaan, waktu untuk perang dan untuk damai.


Karena manusia tidak dapat mengontrol apa yang terjadi, tidak mengherankan Pengkhotbah kemudian bertanya “Apa keuntungan yang diperoleh pekerja dari jerih payahnya?” (9; TB II). Namun masalahnya adalah Allah yang memberikan kesibukan tersebut kepada anak-anak manusia (10). Allah yang telah menetapkan bahwa manusia harus bekerja dengan jerih payah (Kej. 3:17-19). Untunglah Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya (11a). Kesulitan dalam kehidupan sering membuat kebahagiaan menjadi lebih nyata bagi kita manusia berdosa. Tidak ada pertemuan yang begitu membahagiakan jika tidak ada perpisahan. Kemudian, jika kita melihat permulaan dan akhir merisme yang diberikan, maka orang percaya dilahirkan (2) untuk berdamai (8) dengan Allah. Segala sesuatu yang Allah izinkan terjadi adalah untuk kebaikan orang yang mengasihi-Nya, dan membentuknya menjadi semakin serupa dengan Kristus (Rm. 8:28-29). Dengan demikian, segala sesuatu menjadi indah bagi orang yang mengasihi Allah.


Kemudian Pengkhotbah meneruskan bahwa Allah memberikan kekekalan dalam hati manusia (11b). Ketika konsep waktu yang tidak terbatas diberikan kepada manusia terbatas, ini kembali menimbulkan masalah. Manusia ingin tahu, tapi tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (11c). Jika demikian apa yang harus manusia lakukan? Kita manusia tidak dapat mengontrol (1-8), tidak dapat menyelami (11), dan tidak dapat mengubah apa yang telah Allah tetapkan (14-15). Maka kata Pengkhotbah, marilah kita menerima dengan hati yang bersyukur apapun yang Allah izinkan terjadi karena kita tahu bahwa pada akhirnya, kita orang percaya akan berakhir dengan shalom bersama Allah, dan sementara ini kita juga menikmati makan, minum, dan hasil jerih payah kita, karena ini juga adalah pemberian Allah (12-13).


1 Comment


Guest
2 hours ago

🙏

Like

Cari Artikel Menarik Lainnya melalui Kategori di Bawah Ini...

Hubungi Kami
bottom of page