• Ir. Indrawaty Sitepu, MA

Karya yang Indah – Eksposisi Efesus 2


Dari surat Paulus dalam Efesus 2, kita bisa belajar karya Allah yang indah dan menakjubkan. Karya-Nya begitu nyata, khususnya dalam dua kondisi serius yang kita hadapi:


Pertama, karya-Nya yang indah dalam menganugerahkan keselamatan kepada kita (Efesus 2:1-10)


Pada bagian ini Paulus mengawali penjelasannya dengan membukakan betapa mengerikan dan menyedihkan kondisi segenap umat manusia yang belum mengalami karya penebusan-Nya. Dikatakannya kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Kondisi manusia mati, diperbudak, dan di bawah hukuman. Tetapi, karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, Allah menghidupkan, membangkitkan dan memberikan tempat bagi kita bersama-sama dengan Kristus. Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah.


Karena kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kasih karunia Allah, kita diselamatkan melalui iman. Semuanya pemberian cuma-cuma dari Allah, bukan jasa kita, bukan hasil usaha kita atau upah karena perbuatan baik dan amal kita. Itu sebabnya tidak ada tempat bagi kemegahan manusia. Manusia mustahil mencapai keselamatan. Allahlah yang berprakarsa.


Dan karena itu, kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Semua itu adalah karya-Nya. Dengan karya-Nya yang indah, terjadi perubahan yang hakiki dimana dahulu kita dijerat Iblis dan hidup dalam pelanggaran dan dosa, sekarang kita hidup dalam pekerjaan baik yang sejak dari keabadian telah direncanakan Allah supaya kita melakukan dan menghidupinya.


Kedua, karya-Nya yang indah dalam mendamaikan dan mempersatukan kita (Efesus 2:11-22).


Paulus mengemukakan riwayat hidup rohani pembaca suratnya yang non Yahudi dalam tiga tahapan, dimulai dari tahapan awal yaitu dahulu mereka jauh dari Allah dan umat-Nya. Lalu masuk tahapan kedua dimana melalui kematian di kayu salib, Kristus mendamaikan Yahudi dengan non Yahudi dan mendamaikan keduanya dengan Allah dan menciptakan manusia baru, berlanjut ke tahapan tiga sehingga tidak lagi jauh dari Allah, melainkan telah menjadi warga umat dan keluarga Allah.


Paulus mengingatkan bahwa mereka pernah teralienasi atau terkucil dari Allah dan umat-Nya. Tetapi Kristus telah mati untuk mendamaikan mereka dengan Allah dan umat-Nya. Sekarang mereka bukan orang asing lagi, melainkan warga dari kerajaan Allah. Mereka menjadi anggota keluarga yang dikasihi-Nya. Dengan kata lain, dahulu mereka jauh terasing, kini telah didamaikan, dan Kristus telah membawa mereka ke dalam komunitas keluarga baru.


Mari kita amati kondisi gereja saat ini, apa yang saudara temui dan alami? Apakah saudara menemukan kecamuk alienasi, perselisihan dan perpecahan? Bagaimana dengan praktik mengucilkan orang lain? Bagaimana dengan kendala struktur organisasi, rasisme, daerahisme, sukuisme, perseteruan pribadi akibat keangkuhan, prasangka, iri hati, ketidaksudian mengampuni, perbedaan status sosial, menganggap gereja sendiri adalah yang paling benar dan paling hebat sehingga terjebak ke dalam perangkap bidat, tidak mengindahkan kesatuan dan universalitas jemaat Kristus? Jika demikian keberadaan gereja tentu sangat mengecewakan-Nya dan sangat bertentangan dengan karya-Nya yang mendamaikan dan mempersatukan Selain itu, hal-hal tersebut tentu merusak citra jemaat yang ideal dan menjadi batu sandungan.


Allah menginginkan umat-Nya menjadi model nyata dari keselamatan yang mendemonstrasikan dalam kehidupan nyata kabar baik tentang pendamaian dan rekonsiliasi. Allah menginginkan jemaat menjadi satu persekutuan yang utuh, akrab dan giat menghidupi firman-Nya sebagai dampak karya Kristus. Persekutuan yang demikian diharapkan mencolok sebagai ciri khas dan model dari komunitas keluarga baru yang terdiri dari orang-orang yang telah ditebus dan didamaikan serta yang mengasihi Allah dan saling mengasihi satu sama lainnya. Hal itu sejatinya dapat disaksikan oleh dunia ini, sehingga dengan demikian dunia ini akan tergerak untuk mempercayai Kristus dan memuliakan-Nya sebagaimana seharusnya.

Refleksi

Mari kita syukuri karya-Nya yang indah dan menakjubkan itu. Tetap kerjakan keselamatan yang telah dianugerahkan bagi kita dengan melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan menjalaninya dalam persekutuan dan kesatuan jemaat yang utuh demi kemuliaan-Nya.


Referensi:

Donald Guthrie at all, The New Bible Commentary, IVP London /Tafsiran Alkitab Masa Kini (1994), Yayasan Komunikasi Binakasih /OMF Jakarta

Donald Guthrie, Handbook to the Bible Pedoman Lengkap Pendalaman Alkitab, Kalam Hidup, Bandung

John R.W Stott, The Messagr Of Ephesians The Bible Speak Today, IVP England/ Efesus, (2000), Yayasan Komunikasi Binakasih /OMF Jakarta

Warren W W Outline and Comments, Calvary Baptist Church, Covington, Kentucky


/stl



90 views0 comments

Recent Posts

See All
Contact us