Kanad Hospital, Oasis di tengah Padang Pasir.
- drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM

- Jan 28
- 5 min read

Artikel berikut ditulis setelah kesempatan yang luar biasa dapat berkunjung ke Kanad Hospital, yang terletak di kota Al-Ain, Uni Emirat Arab (UEA), pada awal Desember lalu, sebagai bagian dari acara ICMDA.
Awal mula cerita ini tidak terjadi di UEA, melainkan di Bahrain, ketika seorang pemuda Amerika bernama Samuel Marinus Zwemer pertama kali datang ke tanah Arab pada tahun 1892. Meskipun mendapatkan banyak tantangan dari berbagai pihak yang meragukan keamanan dan penerimaan publik di tanah Arab, Samuel tetap memutuskan untuk pergi. Bahkan ketika tiba di Bahrain pun, idenya untuk mendirikan rumah sakit mendapatkan penolakan dari pemerintah setempat. Akan tetapi, suatu malam, petinggi pemerintah Bahrain mendapatkan mimpi bahwa izin untuk mendirikan rumah sakit harus diberikan kepada Samuel. Hal tersebut pun langsung direalisasikan keesokan harinya.
Samuel menggandeng dr Thoms untuk menjadi dokter dan merintis pelayanan medis di rumah sakit di Bahrain yang kini disebut American Mission Hospital yang diresmikan pada tahun 1903. Tidak berhenti sampai di situ, Samuel dan rekan-rekannya kemudian mengunjungi Oman dan mendirikan rumah sakit misi lainnya bernama Al-Rahma Hospital pada tahun 1909 yang selanjutnya diambil alih oleh pemerintah Oman.
Melihat kesuksesan pelayanan medis yang dibangun oleh tim misionaris medis dari Amerika Serikat, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan dan saudaranya, Sheikh Shakhbut, mengundang Samuel dan rekan-rekannya untuk juga mendirikan sebuah rumah sakit di area Al-Ain yang saat ini adalah bagian dari Uni Emirat Arab (UEA). Inisiatif ini dikarenakan situasi kesehatan di UEA yang saat itu sangat memprihatinkan. Namun, Samuel tidak menyanggupi permintaan tersebut, tetapi mengusahakan orang lain untuk bisa datang ke UEA terkait kebutuhan ini. Puji Tuhan, Dr Pat dan Marian Kennedy menyanggupi.

Dr Pat dan Marian Kennedy menginjakkan kaki pertama kali di UEA pada tahun 1959 untuk melakukan survei. Ketika itu, UEA masih miskin, tidak seperti saat ini. Tidak ada apa-apa di sana, hanya hamparan luas gurun pasir dengan sedikit pepohonan dan pedesaan yang miskin. Angka Kematian Bayi dan Ibu sangatlah tinggi, sekitar 50% dan 33%, masing-masing. Dalam kunjungan survei yang kedua di bulan April tahun 1960, Dr Pat menghadapi situasi persalinan akut, padahal kedatangannya bukan untuk memulai pelayanan sehingga tidak ada peralatan medis apa pun yang dibawa. Namun, melihat seorang ibu yang hendak melahirkan nampak hampir meregang nyawa, para sheikh lokal meminta Dr Pat untuk segera bertindak, tetapi ia menegaskan bahwa ia tidak mempunyai peralatan apa pun. Karena terus didesak, akhirnya Dr Pat memutar otak dengan menggunakan onderdil mobil Land Rover yang baru saja mengantarnya dari bandara. Peralatan tersebut berhasil mengatasi retensi urin, dan selanjutnya menolong persalinan bayi dengan baik. Bayi yang dilahirkan dengan bantuan onderdil mobil tersebut merupakan sepupu presiden UEA saat ini.
Bulan November tahun 1960, akhirnya Dr Pat dan Dr Marian Kennedy mulai menetap di UEA, dan selanjutnya mereka tinggal di sana selama sekitar 15 tahun untuk merintis Oasis Hospital. Pada 11 Maret 1961, Dr Marian Kennedy menolong persalinan bayi kesepuluh sejak rumah sakit tersebut didirikan. Bayi tersebut adalah Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang saat ini adalah presiden ke-3 UEA. Bagi teman-teman yang berdomisili di Jabodetabek, tentu tidak asing dengan jalan tol MBZ, jalan tol layang terpanjang di Indonesia dari Cikunir hingga Karawang. Ya, MBZ inilah yang lahir di tangan seorang misionaris tersebut.
MBZ merupakan bayi kerajaan pertama dari Sheikh Zayed yang lahir di Oasis Hospital. Selanjutnya Sheikh Zayed mempunyai 30 anak dari 7 istri, dimana 23 diantaranya dilahirkan di rumah sakit misi tersebut. Banyak di antara mereka yang saat ini memegang jabatan menteri dan kedudukan tinggi lainnya. Karena itu, Oasis Hospital dijuluki “tempat lahir pemimpin-pemimpin negara.”

Ketika bertemu dengan Donald Trump pada tanggal 15 Mei 2025 yang lalu, dengan bangga Sheikh MBZ menceritakan kisah kelahirannya di Kanad Hospital, dan betapa misionaris medis Amerika Serikat berperan dengan luar biasa dalam membangun bukan hanya Oasis Hospital, tetapi penanganan kesehatan modern di negara UEA, yang saat ini merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang terbaik di dunia.
Pada tahun 1964, Dr Pat dan Dr Marian beserta tim berhasil membangun bangunan semen pertama di Al-Ain, yang terdiri dari 20 kamar rawat inap, ruang perawat, ruang menyusui, dan sebuah ruang serbaguna. Rumah sakit ini pun menjadi tumpuan utama pelayanan kesehatan di Al-Ain dan sekitarnya. Ketika dibuka, rumah sakit ini memperoleh 200 kunjungan per harinya.

Dalam melakukan pelayanan kepada pasien, masyarakat dibuat begitu kagum dengan dedikasi dan pengorbanan para staf rumah sakit misi tersebut. Mereka memiliki sebuah papan pengumuman di dinding berisi nama staf dan golongan darah serta rhesus, sehingga kapan pun mereka membutuhkan darah, staf yang memiliki golongan darah yang sama akan langsung memberikan darahnya. Ucapan ini pun terkenal di masyarakat Al-Ain: “Darah mereka mengalir dalam tubuh kita.”
Kita mengingat perkataan rasul Paulus dalam kitab 1 Tesalonika 2:8, "Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi."

Pada perkembangan selanjutnya, mereka menambahkan kamar operasi, fasilitas X-ray, tambahan kamar rawat inap pasien, dan perumahan staf pada awal tahun 1970-an. Selanjutnya, berbagai fasilitas penunjang pelayanan ob-gyn, bedah, dan kesehatan anak ditambahkan lagi di era tahun 1980-an. Dr Pat dan Marian Kennedy melayani di Oasis Hospital sampai tahun 1975, dan nama mereka saat ini diabadikan menjadi Pat and Kennedy Street, yakni jalan raya di depan rumah sakit tersebut. Selanjutnya, RS Oasis dikenal dengan nama “Kanad” yang sejatinya adalah panggilan warga dengan pelafalan lokal terhadap nama “Kennedy”.

Presiden MBZ pernah berkata, “Kalian datang ke sini ketika negara ini masih miskin. Kalian datang untuk menolong, tanpa mengharapkan apa pun. Sebagian dari kami mungkin sudah mati saat lahir kalau tidak ada kalian. Kalian akan selalu menjadi keluarga kami.” Salah satu value terpenting dalam kehidupan masyarakat UEA adalah loyalitas, dan presiden MBZ sangat loyal terhadap komitmennya terhadap rumah sakit ini. Pada tahun 2006, loyalitas itu dibuktikannya dengan pemberian dana cukup besar kepada RS Kanad, yang memungkinkan pihak rumah sakit untuk membangun gedung baru, seperti yang saat ini berdiri. Dengan seizin Presiden, pihak RS Kanad diperbolehkan untuk menuliskan ayat-ayat Firman Tuhan di berbagai tembok rumah sakit, dan juga meletakkan Alkitab, Sang Firman Hidup, dalam bahasa Arab, di setiap kamar. Tidak berhenti di situ, presiden juga mendirikan Evangelical Church of Al-Ain di dekat kompleks RS Kanad.

Pada tahun 2015, gedung baru RS Kanad diresmikan dengan fasilitas berupa 200 tempat tidur, 28 bed NICU, dan 7 bed ICU. Rumah sakit ini telah berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi sampai di bawah 1%. Mereka menjadi rumah sakit swasta pertama di UEA yang meraih akreditasi Joint Commission International (JCI) pada tahun 2007, dengan nilai akreditasi 99,8% pada tahun 2023. Angka survival bayi berusia 22 minggu mencapai 22% dan bayi 23 minggu mencapai 57%, jauh melampaui angka di berbagai negara maju. Saat ini RS Kanad memiliki berbagai departemen mulai dari anestesi, THT, mata, bedah, pediatri, neurologi, psikiatri, kardiologi, ortopedi, urologi, obgyn, endokrinologi, dan radiologi. Mereka juga akan segera membuka berbagai unit baru termasuk layanan gigi mulut. Saat ini, Kanad Hospital melayani 200,000 pasien per tahun, 8000 pasien rawat inap, dan melahirkan 4000 bayi per tahun. Misi RS Kanad adalah: to honor God by providing exceptional whole person healthcare with the love and compassion of Jesus. Adapun nilai-nilai rumah sakit ini adalah Christlikeness, Integrity, Excellence, and Family.

Kiranya tulisan ini menjadi penyemangat kita semua untuk senantiasa melangkah berani dalam menggenapi panggilan Tuhan bagi kita. Dunia yang penuh berbagai masalah ini, termasuk negara kita, masih membutuhkan banyak dokter-dokter yang berani meninggalkan zona nyaman, dan maju melangkah menjalani panggilan Tuhan. Hidup bagi Dia (2 Korintus 5:15), mencari Kerajaan-Nya (Mat 6:33), dan mengusahakan kesejahteraan kota (Yeremia 29:7). Kita yakin bahwa 5 roti dan 2 ikan yang kita serahkan bagi Tuhan, sanggup dilipatgandakan menjadi berkat bagi banyak orang. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa dipermuliakan melalui kehidupan dan pelayanan kita.
/kb








Comments