• dr. Ivan Reynaldo Lubis

Merayakan Kemerdekaan dengan Penuh Dedikasi dan Cinta



Shalom!

Perkenalkan, saya Ivan Reynaldo Lubis, teman-teman biasa memanggil Rey. Saya alumnus FK Maranatha Bandung dan saat ini melayani di Yayasan doctorSHARE, mengurus program-program yang dimandatkan pihak manajemen. Sebelumnya, saya menjabat Kepala RS Apung Nusa Waluya 2, salah satu kapal RS Apung yang dimiliki yayasan doctorSHARE. Akan tetapi, karena baru saja diterima kuliah S2, posisi tersebut saya serahkan pada seorang kolega.


Saya mengenal doctorSHARE pada tahun 2016, di Sumba Barat Daya, NTT ketika bertugas sebagai dokter PTT di sana. Ketika itu, salah satu RS Apung milik Yayasan doctorSHARE datang ke Sumba untuk memberikan pelayanan medis berupa pengobatan dan operasi gratis bagi masyarakat. Setelah itu, saya rajin mengikuti kegiatan volunteer di doctorSHARE ke berbagai daerah, baik melalui RS Apung ataupun melalui Flying Doctor.


Sejak tahun 2019 hingga saat ini, saya menjadi staf. Kenapa tertarik bergabung? Karena kesamaan panggilan dan visi, untuk melayani masyarakat di pedalaman/pinggiran melalui profesi medis. Selama bekerja, saya sangat menikmati sekali pelayanan ini, sebab terasa nyata sekali menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk melayani mereka yang marjinal. Melayani mereka yang tidak bisa membalas balik apa yang sudah kita lakukan, rasanya seperti makin dekat dengan Tuhan.


Melayani di RS Apung membuat saya banyak bertemu masyarakat dari berbagai latar belakang. Begitu banyak hal, membuat saya banyak sekali belajar berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan keperbedaan yang ada, khususnya perbedaan bahasa dan adat istiadat. Meskipun demikian, pengalaman tersebut sangat seru sekali. Perbendaharaan bahasa serta pola perilaku yang luas membantu saya memiliki pendekatan yang baik terhadap setiap pasien.


Banyak sekali hal baik yang saya alami selama melayani di RS Apung. Mulai dari providensia Allah terkait kebutuhan-kebutuhan primer di kapal hingga bagaimana diperlakukan dengan sangat baik oleh pasien. Ketulusan dan rasa terima kasih yang besar dari mereka akan pelayanan kami ditunjukkan melalui antaran-antaran yang ada. Mulai dari sekarung rambutan hingga berkilo-kilo ikan segar. Mulai dari undangan-undangan makan, hingga diberi kehormatan memberi nama kepada bayi yang baru lahir. Satu kata: AMAZING!


Sebenarnya, ada banyak cerita yang bisa saya tulis, namun tentu tidak akan muat terangkum di sini. Saya hanya bisa mengajak adik-adik dokter yang baru lulus ataupun teman-teman sejawat yang sedang bergumul dengan panggilannya, untuk mendoakan dengan serius hendak menjadi dokter seperti apa dan di bidang apakah kalian nantinya. Sebagai anak bangsa Indonesia dan juga sebagai dokter yang sudah mengenal Tuhan, menjadi dokter apapun sama baiknya, asal mempermuliakan Tuhan dalam pelayannnya. Dokter klinisi di RS besar kah? Dokter peneliti kah? Dokter yang juga dosen kah? Dokter birokrat kah? Dokter yang memegang tampuk kekuasaan kah? Atau dokter yang bermisi di pedalaman seperti saya ini? Semua keren dan punya kontribusi yang sama.


Selama menjalankan profesi dengan baik dan penuh hasrat, saya kira kita akan memberi dampak besar bagi komunitas dan juga bagi bangsa. Mari rayakan kemerdekaan RI dengan menjadi dokter-dokter yang mengabdi dengan penuh dedikasi dan cinta, sebagaimana yang Tuhan inginkan kita lakukan. Merdeka!


*)Penulis saat ini melayani di Yayasan doctorSHARE


/stl

60 views0 comments
Contact us