• dr. Yenny S. Sinambela, Sp.KJ

Lima Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Tenaga Medis

Updated: Apr 21


Pada masa pandemi Covid-19, tenaga medis menjadi garda depan menangani pasien Covid-19. Sebagai garda depan tenaga medis menghadapi pekerjaan yang penuh tekanan yang bisa berdampak kepada kesehatan mentalnya.




Prevalensi gangguan psikologis pada tenaga medis menjadi meningkat di masa pandemi covid-19 seperti gejala depresi, kecemasan, kemarahan, ketakutan, susah tidur dan stres.1 ,2 Pada studi melalui survei online terhadap 1461 tenaga medis di Indonesia terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker dan analisis laboratorium di 34 provinsi di Indonesia rentang Juni-Agustus 2020, dan hasilnya 82% alami burnout sedang dan 1 % burnout berat. (4


Burnout adalah sindrom atau sekelompok gejala yang disebabkan oleh stresor dan konflik di tempat kerja. Gejala burnout bisa berupa keletihan emosi, kehilangan empati dan berkurangnya rasa percaya diri. Burnout yang tidak diatasi dapat berdampak buruk pada kinerja tenaga medis dan berpengaruh pada kesehatan fisik dan juga mentalnya. (3


Departemen Psikiatri Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membuat tips yang mudah diingat untuk mengatasi stres saat pandemi ini yang disingkat menjadi T- E- M –A- N: (4

  • Terima bahwa rasa tidak nyaman ini wajar dan akan berlalu

Pada situasi yang tidak menentu ini perasaan cemas, takut dan tidak berdaya adalah wajar.Kita bisa mengelolah pikiran dan emosi itu dengan berpikir positif, latihan relaksasi, meditasi, mindfulness dan meningkatkan spiritual kita melalui saat teduh dan praise & worship.

  • Efektifkan pola hidup bersih dan sehat seperti menjaga kebersihan tangan, olahraga, makan makanan bergizi, cukup tidur.

Dokter perlu menjaga keseimbangan antara bekerja melayani masyarakat namun juga merawat diri, istirahat untuk mendapatkan pemulihan yang prima. Buat batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. (5

  • Mencari informasi terkait covid-19 hanya dari sumber terpercaya.

Selalu usahakan mencari informasi dari sumber yang bisa dipercaya. Batasi 1-2 jam perhari menonton, melihat atau mendengar informasi seputar pandemi covid-19.

  • Alihkan rasa cemas dengan aktivitas yang menyenangkan seperti baca buku, nonton, dengar musik dan lain-lain.

Melakukan hal yang menyenangkan akan memicu pengeluaran hormon endorfin yang memicu perasaan positif, perasaan senang, nyaman sehingga membuat kita bersemangat dan hal ini baik untuk daya tahan tubuh kita juga.

  • Nyatakan perasaan dan pikiran yang tidak nyaman kepada orang yang dapat membantu.

Salah satu metode paling efektif untuk menghilangkan stres adalah mampu mengekspresikan diri kepada orang lain dan mengutarakan apa yang kita rasakan.


Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang dan kapan COVID-19 akan berakhir, namun percaya hari esok ada ditangan-Nya. Zoom meeting dan sharing bersama teman persekutuan melalui video call, belajar pendalaman Alkitab bersama secara online dapat menjadi sarana untuk menjaga kesehatan mental kita dan menguatkan iman kita. Dengan demikian, kita akan terus siap dipakai Tuhan untuk melayani pasien dan masyarakat.


*Penulis melayani sebagai psikiater di RSKD Duren Sawit Jakarta dan Rs St.Carolus Jakarta


Referensi :

  1. Salari N,Khazaie H, Far A.H, et al. 2020.The prevalence of sleep disturbances among physician and nurse facing Covid_19 patient: a systematic review and meta-analysis. Globalization and Health. 16:92.http://doi.org/10.1186/s12992-020-00620

  2. Chersich M,Gray G, Fairlie L.,et al.2020.Covid19 in Africa: care and protection for frontline healthcare workers.Globalization and Health.16:46.http://doi.org/10.1186/s12992-020-00574-3

  3. CNN Indonesia.Studi 83 persen Nakes alami Burnout sedang sampai berat. 4 september 2020.www.cnnindonesia.com waktu akses 1 November 2020.

  4. Coping with stress. World Health Organization. www.who.int.com

  5. Teoh et all. 2020 Looking after doctors’ mental wellbeing during the covid19 pandemic.http://eprints.bbk.ac.uk/31471


53 views0 comments
Contact us