top of page

Go, Send or Disobey

Updated: Aug 10, 2023



Dalam anugerah Allah, saya dapat lulus dan mengambil sumpah dokter pada bulan Januari 2023 lalu. Masih ada tahapan berikutnya yaitu mengikuti program internship. Selama masa penantian internsip, saya memutuskan untuk mengikuti Medical Mission Course (MMC).

 

Selama 7 minggu mengikuti MMC, saya disegarkan kembali melalui sharing firman Tuhan dan kesaksian pribadi kakak-kakak alumni. Jika diminta untuk memilih satu sesi yang paling berkesan, saya kesulitan, karena semua sesi sangat berkesan. Keseluruhan kegiatan MMC sungguh sangat baik dan memberkati. Namun, kalau harus memilih, Blessed To Be A Blessing (B2B) menjadi salah satu sesi (atau mungkin lebih tepatnya salah sepuluh sesi, karena B2B ini dibagi menjadi 10 sesi) yang menarik bagi saya. Saya belajar mengenai kerinduan hati Allah bagi suku-suku bangsa di seluruh dunia. Allah memancarkan kemuliaan-Nya kepada segala bangsa, supaya Dia menerima kemuliaan dari semua suku bangsa. Saya belajar bahwa Allah begitu setia terhadap janji-Nya sejak masa Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, bahkan hingga hari ini. Kita tidak perlu bingung atau takut ketika bermisi, karena Allah kita sendiri adalah Allah yang misioner. Saya juga ditegur untuk menjadi saksi Kristus tidak hanya di Yerusalem, namun terlebih lagi di Yudea, Samaria, bahkan sampai ujung bumi. Jujur, selama ini saya sudah merasa puas melayani di dalam persekutuan sesama orang Kristen. Menjadi saksi Kristus bagi sesama orang Kristen adalah hal yang baik, tapi Allah rindu supaya kita juga dapat menjadi saksi Kristus bagi orang-orang yang belum percaya. Apabila kita tidak terpanggil untuk pergi langsung ke suku-suku terabaikan, maka kita tetap dapat mendukung pelayanan misi dengan mengutus (mendukung dalam doa dan dana). Bermisi bukanlah pilihan, sebagai orang Kristen kita mendapatkan mandat yang sama untuk memberitakan Injil sampai ujung dunia. Apabila tidak dikerjakan, maka sesungguhnya kita sedang tidak taat kepada Allah. Pilihannya hanya tiga: go, send, or disobey.

 

Sebelum mengikuti MMC, saya merasa takut dengan sistem penempatan internsip yang baru dimana peserta tidak bisa memilih wahana internsip yang diinginkan. Saya merasa tidak siap apabila harus ditempatkan di tempat yang baru, yang jauh, dan yang tidak familiar bagi saya. Bahkan saya merasa enggan apabila harus ditempatkan di Jawa Barat, yang sebenarnya merupakan domisili sesuai dengan kartu keluarga saya. Setelah mengikuti MMC, saya melihat bahwa sistem baru ini dapat menjadi cara Allah untuk membawa saya ke daerah tertentu. Pada akhirnya, Allah memberikan saya kesempatan melayani di Tanah Sunda, tepatnya di Kabupaten Cianjur. Setelah selesai internsip, saya rindu dapat mengikuti kegiatan magang MMC di klinik/RS misi. Saya juga masih memiliki kerinduan dapat melayani melalui program Nusantara Sehat. Kiranya saya dapat terus melekat kepada Allah, memiliki relasi yang kuat dengan-Nya, serta memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kebutuhan di sekitar saya, sehingga saya dapat menjadi saksi Kristus yang efektif di manapun saya berada.

 

*Penulis merupakan peserta MMC dan saat ini sedang menjalani internsip di RSUD Cimacan.

 

/stl

49 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page