top of page

Bijak Memilih

Updated: Feb 6



Pernah nggak membuat suatu pilihan yang disesali atau disyukuri? Biasanya yang lebih melekat yang disesali ya, “aduh, kenapa dulu nggak ambil jurusan ini aja ya?” Tanpa disadari, setiap hari kita membuat pilihan. Memilih mendaftar ke jurusan apa, menjalin hubungan dengan siapa, dan masih banyak pilihan lainnya. Semua pilihan ada konsekuensinya, baik itu panjang atau pendek dan baik atau buruk. Kalau salah potong rambut, mungkin konsekuensinya pendek karena dalam beberapa bulan sudah tumbuh lagi. Tapi, kalau salah pilih teman hidup? Cukup panjang konsekuensinya.


Tahun 2024 ini adalah tahun yang sangat bersejarah karena kita akan banyak membuat pilihan. Untuk pertama kalinya Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tahun yang sama. Pada Pemilu tanggal 14 Februari nanti, pemilih akan mencoblos 5 surat suara (4 bagi warga DKI Jakarta) dan pada Pilkada tanggal 27 November nanti kita akan memilih gubernur-wakil gubernur serta bupati-wakil bupati atau wali kota-wakil wali kota. Bagi banyak orang, membuat pilihan sebanyak ini pasti akan membuat kewalahan. Jika kita tidak bijaksana dalam memilih, maka konsekuensinya minimal lima tahun ke depan. Tapi, apa yang dimaksud bijaksana memilih?


Bijaksana

Pertama kita awali dengan definisi kata bijaksana. Kata dalam bahasa Ibrani untuk bijaksana yang lazim digunakan dalam perjanjian lama adalah Chokma. Menurut D.M. Welton (1897), bijaksana adalah kualitas etika yang kuat, yang berakar pada takut akan Tuhan, dan menerapkan kebenaran wahyu ilahi kepada berbagai hubungan dan keadaan kehidupan. Schroeder (2023) mendefinisikan bijaksana sebagai keterampilan moral untuk hidup yang diungkapkan melalui Firman Tuhan, yang mengajarkan kita tentang bagaimana bertindak sesuai keinginan-Nya. Definisi singkat, yang saya dapatkan dari buku karakter untuk anak adalah thinking God’s way, yang terjemahannya berpikir sesuai cara Tuhan berpikir atau melihat melalui lensaNya.

Apa perbedaan antara pengetahuan dan kebijaksanaan? Pengetahuan berkaitan dengan informasi dan kecerdasan. Penalaran dan pengalaman menambah apa yang kita ketahui. Sedangkan, kebijaksanaan memampukan kita untuk menggunakan pengetahuan tersebut dan membuat penilaian serta keputusan yang tepat. Keterampilan untuk menerapkan pengetahuan menunjukkan kebijaksanaan seseorang.


Langkah agar Bijaksana Memilih

Karena sistem negara kita adalah demokrasi, maka suara rakyat adalah suara terkuat. Makna harfiah demokrasi ditekankan oleh Abraham Lincoln ketika ia mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan oleh, untuk, dan dari rakyat" (Colby, 2017, 25). Demokrasi adalah kondisi di mana “rakyat harus memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan publik penting ... harus berbagi dalam merumuskan kebijakan dan bukan hanya meratifikasi keputusan yang telah dibuat seorang pemimpin sebelum pemungutan suara dilakukan” (Wittke, 1941, h. 1-2).


Berdasarkan definisi tersebut, maka kita sebagai rakyat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan publik penting, termasuk di dalamnya menentukan siapa yang akan menjadi Presiden-Wakil Presiden, Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat 1, dan DPRD tingkat 2. Berikutnya adalah langkah-langkah bagaimana kita mengaplikasikan bijaksana dalam memilih di Pemilu 2024.


1. Baca Firman Tuhan agar Standar Moral kita dalam Memilih Sejalan dengan Standarnya Tuhan.

Firman Tuhan pada Yeremia 29:7 mengatakan, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Perintah tersebut diberikan kepada bangsa Israel yang kala itu sedang dalam masa pembuangan akibat ketidaktaatan mereka yang seharusnya hidup bagi misinya Tuhan untuk merefleksikan kemuliaanNya di tengah bangsa lain yang tidak percaya. Namun yang mereka lakukan adalah hidup bagi diri sendiri. Atas kasih karuniaNya, Yeremia 29:7 menunjukkan bahwa misi Tuhan bagi bangsa Israel masih berlaku, yaitu menjadi berkat bagi bangsa Babilonia. Kita sebagai orang Kristen di Indonesia juga memiliki misi yang sama, yaitu untuk menjadi berkat bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita perlu menjadikan Alkitab sebagai referensi dalam membuat pilihan agar mengerti standar Tuhan bagi seorang pemimpin seperti apa.


2. Punya Mimpi untuk Indonesia.

Coba pejamkan mata dan imajinasikan Indonesia seperti apa yang ideal. Buka mata, kemudian mulai lakukan pekerjaan penting meriset kandidat mana yang dapat mewujudkan impian tersebut. Penting juga untuk mempelajari cita-cita Bapak-Bapak Bangsa ketika mewujudkan Indonesia merdeka dan ini bisa dimulai dengan membaca pidato Bung Karno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, di mana Bung Karno mengatakan mimpinya, “Kita hendak mendirikan suatu Negara ‘semua buat semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi ‘semua buat semua’.” Kita dapat memilih pemimpin yang dapat melanjutkan estafet mimpi tersebut.


3. Riset kandidat yang dapat Mewujudkan Mimpi Tersebut.

Melakukan riset dapat dilakukan dengan mengikuti berita, menonton debat, menyelidiki rekam jejak, mempelajari partai pendukung, dan menganalisis visi-misi masing-masing kandidat. Jangan lupa juga melakukan riset untuk masing-masing calon legislatif yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) kita.


4. Pastikan dapat memilih di hari H

Kategori pemilih pada pemilu ada tiga, yaitu (1) Daftar Pemilih Tetap (DPT), yaitu pemilih yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten/Kota dan untuk memeriksanya dapat mengunjungi situs KPU berikut https://cekdptonline.kpu.go.id/; (2) Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yaitu pemilih yang karena suatu alasan memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) lain di luar TPS di mana ia terdaftar, dan; (3) Daftar Pemilih Khusus (DPK), yaitu daftar pemilih yang memiliki identitas kependudukan tetapi belum  terdaftar dalam DPT atau DPTb. Jangan khawatir, untuk kategori terakhir ini, Anda tetap dapat datang ke TPS untuk memilih dari jam 12.00-13.00 WIB.


5. Bantu awasi penghitungan suara

Sebaiknya jangan langsung pulang setelah memilih, tapi bantu pantau penghitungan suara. Pastikan kertas suara yang tidak terpakai agar tidak disalahgunakan. Jika ada 60 surat suara saja disalahgunakan di 820.161 TPS dalam negeri, maka akan seharga lebih dari 49 juta suara. Manfaatkan ponsel untuk mendokumentasikan dan segera laporkan jika ditemukan pelanggaran. Laporan dugaan pelanggaran pemilu bisa disampaikan kepada pengawas Pemilu sesuai tingkatan dan wilayah kerjanya paling lambat tujuh hari sejak diketahui dan/atau ditemukannya pelanggaran Pemilu. Adapun untuk melaporkan kecurangan Pemilu dapat dilakukan melalui Bawaslu, baik mendatangi kantornya langsung atau dilakukan secara online melalui laman resmi https://www.bawaslu.go.id/ maupun melalui aplikasi Gowaslu.


Penutup

Untuk menjadi generasi muda Kristen yang cakap mengusahakan kesejahteraan kota dan bangsanya bukan proses instan. Kecakapan ini dapat diasah dimulai dengan memilih pada Pemilu 2024 ini. Buat Anda yang menjadi pemilih pemula, mari pergunakan hak memilih ini dengan penuh tanggung jawab. Pada tanggal 14 Februari 2024, di kala dunia merayakan hari kasih sayang, kita akan merayakan kasih kita buat bangsa Indonesia dengan datang ke TPS dan memilih dengan bijak.



No one is born a good citizen, no nation is born a democracy. Rather, both are processes that continue to evolve over a lifetime. Young people must be included from birth.

-Kofi Annan-



Referensi

Colby, Anne, et. al. (2007). Educating for Democracy: Preparing Undergraduates for Responsible Political Engagement. California: Jossey-Bass A Wiley Imprint.

Welton, D. M. (1897). The Old Testament Wisdom (Chokma). The Biblical World, 10(3), 183–189. http://www.jstor.org/stable/3140110

Wittke, Carl Frederick, et. al. (1941).  Democracy is Different: Democracy Over Against Communism, Fascism, and Nazism. New York: Harper & Brothers Publishers.



Penulis merupakan Co-Founder Beneran Indonesia



188 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page