top of page

Ayo, Kembali ke Kampus!

Updated: Jul 19, 2023



Kondisi pelayanan mahasiswa saat ini boleh dikatakan tidak sedang baik-baik saja. Dampak pandemik Covid-19 terhadap kondisi pelayanan mahasiswa dirasakan oleh semua kampus. Banyak kampus mengeluhkan penurunan kualitas dan kuantitas pelayanan. Tidak sedikit pengurus PMK di masa pasca pandemik tidak tahu bagaimana memulai kembali pelayanan karena mereka tidak melihat role model pelayanan yang dilakukan sebelum pandemik. Bahkan ada pengurus PMK yang tidak tahu kalau ada pembinaan KTB di PMK nya. Masa pendidikan yang terbatas juga mengakibatkan proses pembinaan terputus/diskontinu. Tidak sedikit pelayanan mahasiswa harus memulai pelayanan dari level bawah lagi karena proses pembinaan dan regenerasinya yang tidak berjalan dengan baik. Selain itu, beberapa kampus kedokteran yang baru berdiri belum memiliki persekutuan dan pelayanan mahasiswa. Jumlah alumni medis (=pengalaman dibina di PMK) yang menjadi dosen di kampus tersebut sangat sedikit bahkan tidak ada. Akibatnya mereka memiliki kendala dalam memulai pelayanan mahasiswa. Permasalahan yang sama dialami juga oleh beberapa kampus yang sudah lama ada PMK-nya. Misalnya, kegiatan pelayanan harus dilakukan di luar kampus akibat regulasi universitas yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan persekutuan di lingkungan kampus.

 

Pendampingan pelayanan oleh beberapa lembaga dari luar kampus, seperti Perkantas, memang sangat membantu dalam mengembangkan pelayanan mahasiswa. Tapi tidak dipungkiri bahwa peran lembaga eksternal terbatas geraknya untuk mendamping pelayanan secara intensif dan berkelanjutan. Lalu, bagaimana peran alumni medis menyikapi berbagai kondisi yang ada saat ini? Apakah masih relevan dan efektif ‘membiarkan’ mahasiswa berjuang sendiri dalam mengerjakan pelayanan mahasiswa?


Kembali ke pelayanan mahasiswa

Tidak dipungkiri bahwa pendampingan pelayanan mahasiswa secara berkelanjutan perlu dilakukan. Saat ini peran strategis alumni medis sangat besar dan terbuka lebar untuk merintis dan memelihara visi dan misi pelayanan mahasiswa. Slogan balik ke kampus sudah saatnya kita dengungkan ke adik-adik pra alumni dan alumni medis yang sedang mencari tempat penugasan. Orientasi untuk bekerja di puskesmas atau rumah sakit sudah banyak dimiliki oleh alumni medis. Namun orientasi untuk bekerja sebagai dosen belum tentu dimiliki oleh semua alumni.

Gambar siklus kembali ke pelayanan mahasiswa

(Sumber: Penulis)


Kembali ke kampus dengan berperan sebagai dosen membuka kesempatan bagi alumni medis untuk kembali memperhatikan/ mendampingi pelayanan mahasiswa.  Ada beberapa alasan mengapa alumni medis perlu memikirkan untuk kembali ke kampus:

  1. Potensi peran strategis dosen dalam merintis dan menjaga visi dan misi pelayanan mahasiswa sangat besar. Membangkitkan kembali pelayanan yang terpuruk pasca pandemik dan merintis pelayanan mahasiswa di kampus kedokteran yang baru akan sangat efektif jika ada alumni medis yang menjadi dosen ditempat tersebut.

  2. Kehadiran alumni medis sebagai dosen atau bahkan sebagai pembina pelayanan mahasiswa akan memberikan dukungan moril bagi adik-adik di PMK saat ini. Mereka sedang tidak merasa sendiri dalam mengerjakan pelayanan ini. Selain itu, mereka bisa melihat sosok alumni medis yang dulu berjuang di pelayanan mahasiswa dan saat ini sudah bekerja di dunia profesi medis atau dosen. Hal ini secara tidak langsung akan memberikan motivasi yang kuat bagi adik-adik untuk terlibat secara aktif dalam pelayanan dan belajar secara langsung dari pengalaman hidup alumni medis. 

  3. Saat ini kesempatan untuk menjadi dosen sangat besar. Pemerintah sudah dan masih akan memberikan izin pembukaan beberapa kampus kedokteran baru di Indonesia, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kampus tersebut sudah pasti sangat membutuhkan tenaga pengajar di bidang ilmu humaniora, biomedik, klinis, dan pendidikan kedokteran. Kesempatan ini akan memberi peluang bagi alumni medis turut aktif dalam merumuskan kebijakan-kebijakan fakultas, termasuk hal yang berhubungan dengan kebijakan kegiatan kemahasiswaan.

 

Sudah saatnya peran strategis pelayanan mahasiswa digabung dengan peran strategis dosen dalam memaksimalkan pelayanan mahasiswa. Peran strategis ini bisa menjadi salah satu pertimbangan dan motivasi bagi alumni medis untuk bekerja sebagai dosen.


*Penulis bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia


/stl


35 views0 comments

Comments


bottom of page